Jumat, 31 Agustus 2018

KUN THE WINNER / Jadilah Pemenang

*KUN THE WINNER*
*Jadilah Pemenang*

Setiap saat kita bertemu kesempatan. kesempatan-kesempatan yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Kesempatan beramal, kesempatan bersilaturahim, termasuk kesempatan untuk bisnis. kesempatan itu bisa datang melalui berbagai jalan. Bisa melalui pertemuan, bisa melalui sebuah proposal, dan berbagai kejadian yang Allah desain sedemikian rupa.

kesempatan yang baik itu bertebaran di sekitar kita. Sayangnya, seringkali kita menampik kesempatan itu. Seringkali kita masih bersikap the loser.

“Ustadz, boro-boro untuk sedekah. Untuk makan aja masih ngutang.”

“Ustadz, orang kaya saya mah ga mungkin bisa jadi pengusaha. Bisa makan setiap hati aja udah syukur.”

Disuruh pinter kok pada ga mau. Giliran beli gadget, lo ngutang-ngutang berani, giliran beli iphone, ipad, gesek kartu kredit berani. GIliran buat sesuatu yang akan diwariskan ke anak cucu, dibawa ke alam kubur, bawaannya ga ada duit melulu. Tunjukkin dong effortnya.

Pesimis, suka mengeluh, tidak berani mengambil resiko, suka mencari-cari alasan atas ketidakberdayaannya, hanya berpikir user (pengguna), Itulah ciri-ciri the loser! The loser ga akan pernah bisa maju karena selalu menolak kesempatan

Kalo udah ada penawaran, atau ditawarin, itu tandanya ada kesempatan. Jangan ditolak. Jangan berpikir the loser
“Duit darimana?” “Apa daya?” “Mahal…”

Semuanya akan menjadi mahal kalo kita jalan sendiri. Makanya jangan ngandelin diri sendiri. Datang ke Allah. Ga ada yang mahal kalo sudah bersama Allah. If there is doa, there is a way…please believe it!

Misal, seorang tinggal di kontrakan. Lalu dia ditawarin kontrakan itu oleh yang punya. Eh dia bilang “wuah saya aja masih bingung gimana perpanjang kontrakan, apalagi buat beli. Ga mungkin itu…”

Ini sama sekali gak bagus, gak bener, sombong! kenapa saya bilang the loser itu sombong? Karena ga percaya sama Allah. Ga mau datang ke Allah. Ga mau minta sama Allah. Ga yakin dengan kuasa Allah, ga aamannah!

Lihat! Allah percaya. Yang punya kontrakan percaya. Makanya ditawatin kesempatan itu kepada dia. Eh, dia malah nolak. Setiap ada penawaran, kesempatan, peluang, datang, itu tanda. Tanda disuruh doa. Dont be the loser. Kun the Winner. Jadilah the Winner

Salah satu ciri the winner adalah aamannah, yakin dengan Allah SW. The winner mengenal Allah-lah yang Maha Menguasai segala sesuatu, tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, jika Allah sudah berkehendak.

“Sesungguhnya apabila Allah menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah! Maka terjadilah ia.” (QS. Yaasin: 82)

Be the winner! Aamannah, yakinlah dengan Allah! Optimislah, ada Allah Pnguasa Semesta Alam yang menguasai langit, bumi, beserta isinya. Wakafaa billahi syahidan, cukuplah Allah bagi kita. Yakinlah bahwa hanya Allah yang berkehendak, hanya Allah yang bisa memberikan apa pun itu, hanya Allah yang memberikan ridho, hanya Allah yang bisa membuat kita berhasil dan hanya Allah pula yang bisa membuat kita hancur. inilah titik nol, zero point, yang menjadi pelipat ganda kekuatan seorang the winner.

Seorang the winner itu, refleksnya selalu Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

*_Ustadz Yusuf Mansur_*

#Motivasi1Inspirasi

www.fikriislami.com
www.rumahpaytren.com
www.paytrenitas.com

Minggu, 17 Desember 2017

Ustadz Yusuf Mansur Menangis di Penjara hikmah dari Keajaiban Semut

Dalam acara E Talk Show di TV One, malam ini, Ustadz Yusuf Mansur menceritakan kisah ajaib yang ia alami di penjara. Saat itu, Ustadz Yusuf Mansur langsung menangis dan menyadarkan dirinya untuk aktif bersedekah dan mendakwahkan sedekah.

Ustadz Yusuf Mansur menceritakan, sewaktu di penjara, ia mendapat kabar bahwa makanan di sana tidak tentu datangnya. Kadang sehari datang, hari berikutnya tidak.

Mendapatkan informasi itu, Ustadz Yusuf Mansur pun bersiap-siap. Ia tidak memakan seluruh jatah makanannya. Sepotong roti ia simpan untuk esok hari.

Ternyata benar. Besoknya, sekitar jam 9 pagi, makanan dipastikan tidak datang. Ustadz Yusuf Mansur pun mengeluarkan roti simpanannya, sementara teman-teman yang satu sel dengannya sedang tidur.

Sebelum memakan roti itu, Ustadz Yusuf Mansur melihat kawanan semut sedang berbaris di atas dinding penjara.

“Mut, turun deh, kita ngobrol. Tuhan lo kan sama dengan Tuhan gue,” kata Ustadz Yusuf Mansur kepada semut-semut itu.

Ustadz Yusuf Mansur kaget menyaksikan keajaiban di depan matanya. Semut-semut yang diajaknya bicara benar-benar turun seperti permintaannya.

Ia kemudian memberikan rotinya kepada semut-semut itu. “Ayo makan ini.”

Besoknya, setelah menyedekahkan roti itu kepada semut, keajaiban lain terjadi. Makanan demi makanan datang berlimpah.

Sejak saat itulah, Ustadz Yusuf Mansur sangat tergugah untuk mendakwahkan sedekah.

Keajaiban Semut yang Membuat Ustadz Yusuf Mansur Menangis di Penjara

Sumber:
http://www.tribunislam.com/2017/12/keajaiban-semut-yang-membuat-ustadz-yusuf-mansur-menangis-di-penjara.html?m=1#ixzz51UsRHv60